MATERI KIMIA KELAS XII SMA SEMESTER 1 SIFAT KOLIGATIF LARUTAN


Apa itu larutan? Larutan merupakan campuran homogen yang terdiri dari zat terlarut dan pelarut. Keduanya saling melarutkan misalnya air laut, alkohol 20% atau larutan gula.

Larutan mempunyai sifat-sifat, seperti rasa, pH, konsentrasi, kekentalan. Sifat tersebut dipengaruhi oleh jumlah dan jenis zat terlarutnya. Misal, larutan garam akan terasa asin, berbeda dengan larutan gula yang rasanya manis, hal tersebut terjadi karena zat terlarut yang dilarutkannya berbeda, larutan pertama mengandung garam dan yang lainnya gula. 


Sifat yang lain dari larutan adalah sifat koligatif larutan, sifat ini tidak dipengaruhi oleh jenis zat terlarut, tapi hanya dipengaruhi oleh jumlah partikelnya. Apapun jenis zat terlarut yang dicampurkan akan memberikan pengaruh yang sama. Berbeda jika jumlahnya berbeda, 2 gram gula akan memberikan pengaruh yang lebih besar daripada 0,5 gram gula. 

Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang dipengaruhi oleh jumlah partikel zat terlarut, bukan pada jenisnya. 
Zat terlarut yang dimaksud adalah zat-zat terlarut yang sukar menguap (tak atsiri).

Sifat Koligatif terdiri dari 4 (empat) jenis, yaitu :

  1. Penurunan Tekanan Uap (∆P)
  2. Kenaikan Titik DIdih (∆Tb)
  3. Penurunan Titik Beku (∆Tf)
  4. Tekanan Osmotik (π)

Berikut ini penjabaran dari keempat sifat koligatif tersebut.


1. Penurunan Tekanan Uap (P)


Suatu zat cair apabila dimasukkan ke dalam wadah tertutup maka akan menguap sampai ruangan dalam wadah jenuh. Dalam keadaan jenuh tersebut kesetimbangan terjadi antara proses penguapan zat cair dengan pengembunannya dengan laju yang sama besar. Tekanan uap zat cair ini disebut tekanan uap jenuh. Setiap zat cair memiliki tekanan uap jenuh yang berbeda-beda.

Apa yang terjadi jika zat cair tersebut dimasukkan zat terlarut tak atsiri ke dalamnya? Tentu akan terbentuk larutan, nilai tekanan uapnya akan berubah. Perlu diketahui sebelum ditambahkan zat terlarut, tekanan uap jenuhnya dikenal sebagai tekanan uap jenuh pelarut murni (Po), jika sudah ditambahkan zat terlarut maka tekanan uapnya disebut tekanan uap jenuh larutan (P).


Setelah penambahan zat terlarut pada suatu pelarut, harga tekanan uap larutan akan lebih rendah daripada harga tekanan uap pelarut murni. Hal ini disebabkan partikel zat terlarut mengahalangi partikel pelarut untuk menguap.


Selisih antara tekanan uap jenuh pelarut murni dengan tekanan uap larutan dikenal sebagai penurunan tekanan uap (∆P).




Francois Marie Raoult seorang ilmuan Perancis dalam percobaannya pada tahun 1887-an, menyimpulkan bahwa besarnya tekanan uap larutan sebanding dengan fraksi mol pelarut dan tekanan uap pelarut murninya.


Keterangan :   P    = Tekanan uap larutan
                      Po  = Tekanan uap pelarut murni
                      Xp  = Fraksi mol pelarut

Berdasarkan hitungan matematis, akan diperoleh hubungan antara penurunan tekanan uap larutan dengan tekanan uap pelarut murni dan fraksi mol zat terlarut.


Keterangan :   ∆P = Penurunan tekanan uap
                      Po  = Tekanan uap pelarut murni
                      Xt  = Fraksi mol zat terlarut

2. Kenaikan Titik DIdih (∆Tb)
3. Penurunan Titik Didih (Tf)
4. Tekanan Osmotik (π)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MATERI KIMIA KELAS XII SMA SEMESTER 1 SIFAT KOLIGATIF LARUTAN"

Post a Comment

MATERI KIMIA KELAS XII SEMESTER 1 ZAT RADIOAKTIF

Kestabilan Inti